Apr 3, 2011

Tari Poco Poco Haram di Malaysia Karena Ada Unsur Salib

Tarian pergaulan Poco-poco yang tenar di Indonesia pada awal tahun 2000-an, ternyata juga populer di Malaysia. Di acara manapun di negeri jiran, apalagi jika ada orang Indonesia yang hadir, hampir pasti Poco-poco ditarikan bersama. Namun, kini umat muslim di Negara Bagian Perak, Malaysia dilarang menari. Sebab, sejak Januari 2011 lalu, Poco-poco dinyatakan haram.
Tarian Poco-poco yang juga populer dikalangan warga Malaysia tersebut diharamkan kini di Perak
Tarian Poco-poco yang juga populer dikalangan warga Malaysia tersebut diharamkan kini di Perak
Seperti dimuat The Malaysian Insider, 30 Maret 2011, adalah Mufti Perak, Tan Sri Harussani Zakaria yang mengatakan pihaknya, Jawatankuasa Fatwa Negeri Perak, telah mengeluarkan fatwa bahwa tarian Poco-poco haram. Alasannya, Harussani mengatakan, tarian tersebut memiliki elemen Kristiani. Maksudnya? Langkah poco-poco ke kanan, kiri, depan belakang dianggap  merepresentasikan bentuk salib.
Selain itu, poco-poco juga dianggap mengandung unsur pemujaan terhadap roh yang sering dilakukan di Jamaika. Menanggapi fatwa tersebut, Menteri Besar Perak Datuk Seri Dr Zambry Abdul Kadir mengatakan, kerajaan akan mematuhi fatwa tersebut. Fatwa haram poco-poco jadi polemik di Malaysia. Menanggapi keputusan para ulama Perak, mantan Mufti Perlis, Prof Madya Dr Mohd Asri Zainul Abidin justru menganggap, fatwa haram Poco-poco tak wajar.
“Jika dianggap sebagai tarian yang baik bagi kesehatan, tanpa unsur kepercayaan dan tidak mengandung unsur salam seperti minuman keras dan seks bebas, secara syariat itu dibolehkan,” kata dia, seperti dimuat The Malaysian Insider, Kamis 31 Maret 2011. “Jika memang ada unsur yang salah, hendaknya meniru Nabi Muhammad, buang unsur yang buruk itu, pertahankan yang baik.”

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Review