Jun 19, 2011

Foto-foto Nenek Yang Super GOKILL


[fhoto] Ular Yang Melingkari Bus !



Slank Dukung KPK Untuk Berantas Korupsi


“Kita tetap mendukung KPK dalam memberantas kasus korupsi yang tejadi d Indonesia sejak ditetapkan sebagi duta anti korupsi,” kata Kaka, vokalis Slank, di Padang, Minggu.

Menurut dia, Slank terus menggugah kesadaran masyarakat untuk memerangi praktik korupsi yang terjadi diIndonesia.

“Korupsi saat ini bukan lagi menjerat kalangan atas, tetapi juga mewabah di kalangan masyarakat,” katanya.

Dia mengemukakan, Slank juga memberikan semangat kepada generasi muda untuk tetap anti-korupsi.

“Semua ini dilakukan untuk menyelamatkan generasi bangsa ke depannya agar tidak terlibat korupsi,” ujarnya.

Dia mengatakan, “Gerakan yang kami bangun ini tidak hanya di panggung seperti biasanya, tapi juga di event Soundrenaline juga.”

“Bagaimana pun musik adalah satu momen yang sangat pas untuk menyampaikan satu pesan, sehingga bisa dilakukan aplikasi secara nyata juga dari kita untuk kita secara bersama,” katanya.

Album “Jurus Tandur” yang diluncurkan tahun ini dinilai Kaka, mengangkat fenomena sosial yang saat ini berkembang di tengah masyarakat, salah satunya soal korupsi.

“Dalam album ‘Jurus Tandur’ ini ada 16 lagu, yang mengangkat fenomena sosial masyarakat, diman salah satunya soal korupsi,” kata Kaka.

Menurut dia, Slank juga siap membangun posko pengaduan korupsi di berbagai daerah, untuk membantu menanggulangi masalah korupsi yang tidak berkesudahan itu.

Pembentukan posko, menurut dia, adalah hal yang tidak terlalu sulit, karena grup musik yang terkenal lewat tembang “Balikin” itu memiliki penggemar fanatik yang disebut Slankers.

“Jika dari pusat memerintahkan untuk membentuk posko-posko anti-korupsi, maka Slankers di daerah akan segera membentuk,” kata Kaka.

Dia menyatakan, saat ini mental anti-korupsi dari para Slankers yang ada di Indonsia sudah terlihat mulai terbentuk.

“Saat ini sudah ada empat kota di Indonesia yang para Slankers-nya selalu membayar tiket masuk, ketika menonton konser Slank. Padahal, sebelumnya mereka sulit sekali untuk melakukan itu,” katanya menambahkan.

Peneliti Jepang Membuat Burger dari Kotoran Manusia !

foto
Mitsuyuki Ikeda, seorang peneliti dari Laboratorium Okayama, Jepang, melakukan terobosan baru dengan membuat daging burger yang berasal dari kotoran manusia.

Ide ini muncul ketika dia diminta memberikan solusi bagaimana acara mendaur ulang sampah atau limbah kota. Menurut Ikeda, kotoran yang ada dalam sistem pembuangan sampah "dibungkus" dengan protein karena penuh dengan bakteri.

Timnya kemudian mengekstraksi protein tadi supaya berbentuk seperti steak.Untuk menampilkan daging seperti aslinya, Ikeda menambahkan zat pewarna makanan supaya warna daging menjadi merah dan membumbuinya dengan kedelai.

"Kami memberikan unsur tambahan ini supaya menghasilkan daging artifisial," katanya dalam postingan di video YouTube.

Setelah daging buatan itu jadi, Ikeda kemudian mengukur zat yang terkandung di dalamnya. Hasilnya, daging dari bahan kotoran manusia ini terdiri dari 63 persen protein, 25 persen karbohidrat, 3 persen lipid dan, 9 persen mineral.

Tapi, bagaimana cara mempopulerkan daging buatan itu? Bisa dipastikan tidak ada orang yang mau melahap daging yang berasal dari kotoran manusia.

Ikeda kemudian melakukan uji coba kepada sejumlah orang tanpa memberi tahu asal-usul daging artifisial itu. Ikeda mengklaim setiap orang yang memakan daging tersebut mengatakan rasanya lezat seperti daging sapi.

Ikeda mengatakan daging buatan ini adalah makanan ramah lingkungan. Selain karena dibuat dari limbah, dia berpendapat, selama ini peternakan adalah salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca yang cukup besar.

Sayangnya, harga daging kotoran manusia itu masih jauh lebih mahal dibanding daging sapi. Harga itu menjadi konsekuensi dari biaya riset dan berbagai peralatan yang digunakan. Namun, Ikeda mengatakan jika daging buatan itu bisa diproduksi secara massal, harganya bisa jauh lebih murah.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Review